Kepada yang terhormat Tuhan YME,
Saya tidak tahu kenapa saya begitu lancang menulis surat untukMu seperti ini,,
Saya tau, saya dapat berkomunikasi denganMu dalam berbagai cara yang lebih baik..dalam Sholat, dalam doa, dalam hati maupun pikiran, saya selalu mencoba untuk berkomunikasi denganMu.
Walaupun hanya sesederhana bersyukur.
Besyukur, ya bersyukur,,
Saya wajib dan seharusnya bersyukur kepadaMu, Kau begitu baik Tuhan..
Saya dilahirkan di keluarga yang baik, dengan limpahan kasih sayang dari sepasang pria dan wanita yang saya sebut Orang Tua,,
Saya diberi kesempatan dalam segala hal, dan saya diberi kemampuan untuk dapat meraihnya.
Saya diberi banyak orang-orang yang hilir-mudik (maupun tinggal) selama saya hidup, mereka memberikan banyak pelajaran dan pandangan hidup, pengalaman berharga, maupun pertemanan yang luar biasa.
Dimana kami dapat berbagi..dimana kami saling menerima dan menolong satu sama lain, dimana saya tahu bahwa saya mempunyai seorang teman.
Saya dapat makan, minum dan berteduh dengan tentram dan aman bersama orang-orang yang saya cintai.
Saya diberi kesempatan untuk dapat menikmati dalamnya lautan maupun terbit dan tenggelamnya matahari dari berbagai sisi, melihat sekitar, melihat dunia dan akhirnya mencintai negeri saya sendiri. Indonesia.
apalagi Tuhan, apalagi yang saya layak tuntut?semuanya sudah kau berikan dan saya sangat bersyukur.
Sampai kau kenalkan hidup saya dengan seorang lelaki,,
saya tahu maksudMu Tuhan, "kenali dia, coba pahami dia"
Yaaa..Lelaki itu indah Tuhan,
entah mengapa, Lelaki yang kau kirim ini terasa indah.
Lalu?
Maukah Kau merestui kami berdua?
Kalau memang dia yang kau kirimkan..pastilah yang terbaik.
dan mudah-mudahan memang yang terbaik.
Tuhan,
Saya tunggu jawabanMu yah..
Hormat saya,
Hambamu.
Sunday, April 24, 2011
Wednesday, April 20, 2011
Bali , 17 April 2011
Saturday, February 19, 2011
Welcome to my life
1 universe
9 planets
204 countries
809 islands
7 seas
many people
..and i had the privilege to meet you
Saturday, February 12, 2011
Monday, January 24, 2011
Dear Noveleta
Dear Noveleta..
it's so silly to write this topic.
but i just want you to know about the story (based on mine), about how i met you and how glad i'm to have you as my friend.
Noveleta gadis manis yang saya temui di suatu terminal bus dimana kami akan berangkat bersama menuju sebuah pulau indah di bagian jawa.
dan Karimun Jawa mempertemukan kami.
6 jam lebih perjalanan telah memberikan saya pertemanan baru yang sangat istimewa.
Saya nyaman menceritakan cerita-cerita pedih, kesal, maupun pengharapan padanya..
dan dia Mendengarkan.
Saya dan idola saya sekarang menjadi teman.
in fact, i adore you from the first time i saw you in modeling audition event.
Because its you..
unique.
![]() |
| under water kepulauan Karimun Jawa |
Friday, December 24, 2010
Message from the inspirational-woman
Saya memang tidak jadi mengambil rejeki saya ke Kep Riau beberapa bulan yang lalu..
tapi siapa sangka, saya mendapatkan Kep. Belitung sebagai gantinya..Tuhan sungguh maha baik.
segala tentang pulau itu, keindahan alamnya pasti akan saya ceritakan..tapi tunggu dulu, saya benar-benar sudah tidak sabar untuk berbagi sesuatu dari Pulau Belitung yang dapat saya bagi untuk kalian semua.
apa ya nama oleh-oleh ini..?
Wejangan..
Pesan..
..atau apapun lah saya tidak peduli, yang penting adalah saya mendapatkan ini dari wanita inspirational.
Ibu Muslimah.
Mungkin yang sudah pernah menonton film Laskar Pelangi pasti tau siapa beliau.
Beliau adalah seorang guru yang rela berkorban dan berjuang untuk dapat memajukan pendidikan anak-anak tidak mampu namun memiliki segudang semangat untuk terus bersekolah.
Beliau sampai saat ini pun masih mengabdikan diri menjadi seorang guru. Mulia, katanya. Tidak teriming-imingi gaji dan harta , namun hanya surga yang beliau harapkan.
Semenjak film itu booming, beliau menjadi sebuah fenomena. Tetapi tidak mengurangi kesederhanaannya.
"Saya bukan apa-apa, di tempat lain masih banyak guru-guru yang telah melakukan sesuatu lebih dari saya"
dan berikut sebuah pesan yang beliau tulis di novel yang saya bawa saat mengunjunginya..
" Untuk Ananda Chayayang Bunga Mentari..
Hati yang suci tulus dan ikhlas penuh kasih sayang, kejujuran dan kesabaran akan membawa berkah di dunia akhirat.
Jalani hidup dengan langkah Iman yang kuat"
Muslimah
Gantong, 21 - 12 -2010
Kata-kata ini pasti mengandung pesan yang dalam dari beliau..(karena itu pegangan hidupnya katanya)
beliau telah berbagi kepada saya,,
saya akan berbagi kepada anda,,
dan begitu seterusnya,,
sehingga pesan mulia ini dapat terasa di setiap umat manusia.
tapi siapa sangka, saya mendapatkan Kep. Belitung sebagai gantinya..Tuhan sungguh maha baik.
segala tentang pulau itu, keindahan alamnya pasti akan saya ceritakan..tapi tunggu dulu, saya benar-benar sudah tidak sabar untuk berbagi sesuatu dari Pulau Belitung yang dapat saya bagi untuk kalian semua.
apa ya nama oleh-oleh ini..?
Wejangan..
Pesan..
..atau apapun lah saya tidak peduli, yang penting adalah saya mendapatkan ini dari wanita inspirational.
Ibu Muslimah.
Mungkin yang sudah pernah menonton film Laskar Pelangi pasti tau siapa beliau.
Beliau adalah seorang guru yang rela berkorban dan berjuang untuk dapat memajukan pendidikan anak-anak tidak mampu namun memiliki segudang semangat untuk terus bersekolah.
Beliau sampai saat ini pun masih mengabdikan diri menjadi seorang guru. Mulia, katanya. Tidak teriming-imingi gaji dan harta , namun hanya surga yang beliau harapkan.
Semenjak film itu booming, beliau menjadi sebuah fenomena. Tetapi tidak mengurangi kesederhanaannya.
"Saya bukan apa-apa, di tempat lain masih banyak guru-guru yang telah melakukan sesuatu lebih dari saya"
dan berikut sebuah pesan yang beliau tulis di novel yang saya bawa saat mengunjunginya..
| Bertemu dengan Ibu Muslimah di kediamannya, Gantong |
" Untuk Ananda Chayayang Bunga Mentari..
Hati yang suci tulus dan ikhlas penuh kasih sayang, kejujuran dan kesabaran akan membawa berkah di dunia akhirat.
Jalani hidup dengan langkah Iman yang kuat"
Muslimah
Gantong, 21 - 12 -2010
Kata-kata ini pasti mengandung pesan yang dalam dari beliau..(karena itu pegangan hidupnya katanya)
beliau telah berbagi kepada saya,,
saya akan berbagi kepada anda,,
dan begitu seterusnya,,
sehingga pesan mulia ini dapat terasa di setiap umat manusia.
| Replika SD. Muhamadiyah Laskar Pelangi, Gantong |
Sunday, December 5, 2010
Ada bagian dari mimpi saya untuk Indonesia Timur
Mimpi untuk mengunjungi Indonesia timur dan menikmati eksotisme alamnya...
itu PASTI!!
Mimpi untuk diving di spot-spot diving terindah di Indonesia bagian timur..
itu juga PASTI!!
tapi ada yang lain...ada yang kurang dari mimpi-mimpi itu..
Semua berawal dari lebaran tahun 2008. Seperti biasa, karena saya adalah gadis keturunan sunda-jawa, dimana jawa nya adalah jawa timur a.k.a malang, maka malang menjadi tempat tujuan kami sekeluarga pada saat lebaran.
Waktu itu saya bisa katakan, Tante saya sungguh beruntung, disaat ibu saya kelimpungan karena pembantu rumah tangga pulang kampung, tante saya malah mendapatkan titipan pembantu. Yak, jadi ceritanya tetangga tante saya adalah seorang pengusaha penyalur pembantu, dan proses pengiriman pembantu untuk bekerja di luar negeri terdiri dari :
1. SDM dari daerah2 ditarik
2. Mereka diberi pelatihan-pelatihan dasar pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci, mengepel, menyapu bahkan mengucapkan salam kepada si tuan rumah.
3. Kerja praktek untuk dapat mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan, ini ada penilaiannya.
4. Kalau lulus, resmi sudah menjadi TKW
Tapi..kali ini beda. Ketika saya tiba di rumah tante saya tsb, tiba-tiba kami disambut oleh 2 orang gadis berkulit hitam dan berambut keriting..mereka berjejer di pintu dan menundukkan badannya sedikit sembari mengucapkan "Selamat datang kakak" "Selamat datang nyonya"...
(ini sungguh berlebihan menurut saya, dan semoga kalian dapat membayangkan mereka mengucapkan kata-kata itu masih dengan logat ke'timurannya)
Mereka adalah calon-calon TKW yang sedang dalam proses kerja praktek, dan rumah tante saya sebagai tempat kerja prakteknya. Perasaan saya tidak karuan ketika akhirnya kami (saya dan ibu saya) berkesempatan untuk ngobrol bersama mereka. Dari situ kami tahu, bahwa mereka berasal dari Maluku, mereka meninggalkan anak mereka yang masih kecil dan keluarga mereka dengan satu tujuan "seperti iming-iming yang dijanjikan agency" (kamu akan dapat gaji besar kalau mau kerja di luar negeri). Dan mereka menceritakan ini semua dengan menitikkan air mata...terutama ketika mereka menceritakan tentang anak yang mereka tinggalkan.
Dan kalian tahu, bahasa Indonesia mereka masih sangat lemah..apalagi bahasa inggris, bukan hanya dalam membaca bahkan dalam berbicara, lalu apa modal mereka nanti berkomunikasi di negeri orang??
Mereka terlahir dengan kasih sayang Tuhan...dilahirkan di tanah Indonesia bagian timur yang sangat kaya akan sumber daya alamnya, mereka sangat dimanjakan oleh alam..mereka tidak terbiasa untuk survive dan akibatnya, ketika mereka menerima tekanan sedikit saja dalam pekerjaan (contoh : dimarahin majikan) mereka bisa tiba-tiba masuk kamar dan menangis.
Bukan maksud hati untuk mendiskriminasikan, tapi jangan kalian tanya kecekatan dalam bekerja (seperti yang diidam-idamkan oleh seluruh majikan), jauhhh apabila dibandingkan dengan tenaga kerja dari Jawa. Dari hasil pembicaraan kami, saya bisa bilang kalau mereka masih bodoh...mmm atau gampang dibodohi.
Saya sedih sekali membayangkan mereka, yang menurut saya belum sesuai kualifikasi sebagai TKW, akan dikirimkan ke negeri tetangga untuk bekerja sebagai PRT. Bisa dibayangkan betapa mereka tidak bisa apa-apanya dan kemungkinan untuk ditipu sangat besar. Sejak saat itu keinginan saya sangat besar, untuk nanti, suatu saat nanti dapat memberikan sedikit bantuan dalam membangun pendidikan bagi masyarakat Indonesia Timur.
Paling tidak bukan sebagai TKW yang akan bekerja di luar negeri dan mengharapkan uang banyak turun dari langit. Tapi dari bagaimana mereka dapat membaca, menulis, mendapatkan informasi dunia luar itu seperti apa, memberikan kesempatan yang sama seperti yang setiap orang bisa dapatkan. Dan yang terpenting adalah mereka dapat menjadi putra-putri daerah, barisan terdepan dalam menjaga alam di daerah mereka yang luar biasa, dalam mengolahnya dengan baik, karena Indonesia Timur itu kaya dan indah.
Walaupun berwarna kulit beda dengan kita yang sawo matang, walaupun berambut beda dan berlogat beda,,tapi mereka bagian dari keluarga besar kita Indonesia. Sangat tidak adil kalau saya dan teman-teman saya lainnya dapat bermimpi jauh ke atas, sedangkan mereka bahkan tidak mengerti harus bermimpi seperti apa.
itu PASTI!!
Mimpi untuk diving di spot-spot diving terindah di Indonesia bagian timur..
itu juga PASTI!!
tapi ada yang lain...ada yang kurang dari mimpi-mimpi itu..
Semua berawal dari lebaran tahun 2008. Seperti biasa, karena saya adalah gadis keturunan sunda-jawa, dimana jawa nya adalah jawa timur a.k.a malang, maka malang menjadi tempat tujuan kami sekeluarga pada saat lebaran.
Waktu itu saya bisa katakan, Tante saya sungguh beruntung, disaat ibu saya kelimpungan karena pembantu rumah tangga pulang kampung, tante saya malah mendapatkan titipan pembantu. Yak, jadi ceritanya tetangga tante saya adalah seorang pengusaha penyalur pembantu, dan proses pengiriman pembantu untuk bekerja di luar negeri terdiri dari :
1. SDM dari daerah2 ditarik
2. Mereka diberi pelatihan-pelatihan dasar pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci, mengepel, menyapu bahkan mengucapkan salam kepada si tuan rumah.
3. Kerja praktek untuk dapat mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan, ini ada penilaiannya.
4. Kalau lulus, resmi sudah menjadi TKW
Tapi..kali ini beda. Ketika saya tiba di rumah tante saya tsb, tiba-tiba kami disambut oleh 2 orang gadis berkulit hitam dan berambut keriting..mereka berjejer di pintu dan menundukkan badannya sedikit sembari mengucapkan "Selamat datang kakak" "Selamat datang nyonya"...
(ini sungguh berlebihan menurut saya, dan semoga kalian dapat membayangkan mereka mengucapkan kata-kata itu masih dengan logat ke'timurannya)
Mereka adalah calon-calon TKW yang sedang dalam proses kerja praktek, dan rumah tante saya sebagai tempat kerja prakteknya. Perasaan saya tidak karuan ketika akhirnya kami (saya dan ibu saya) berkesempatan untuk ngobrol bersama mereka. Dari situ kami tahu, bahwa mereka berasal dari Maluku, mereka meninggalkan anak mereka yang masih kecil dan keluarga mereka dengan satu tujuan "seperti iming-iming yang dijanjikan agency" (kamu akan dapat gaji besar kalau mau kerja di luar negeri). Dan mereka menceritakan ini semua dengan menitikkan air mata...terutama ketika mereka menceritakan tentang anak yang mereka tinggalkan.
Dan kalian tahu, bahasa Indonesia mereka masih sangat lemah..apalagi bahasa inggris, bukan hanya dalam membaca bahkan dalam berbicara, lalu apa modal mereka nanti berkomunikasi di negeri orang??
Mereka terlahir dengan kasih sayang Tuhan...dilahirkan di tanah Indonesia bagian timur yang sangat kaya akan sumber daya alamnya, mereka sangat dimanjakan oleh alam..mereka tidak terbiasa untuk survive dan akibatnya, ketika mereka menerima tekanan sedikit saja dalam pekerjaan (contoh : dimarahin majikan) mereka bisa tiba-tiba masuk kamar dan menangis.
Bukan maksud hati untuk mendiskriminasikan, tapi jangan kalian tanya kecekatan dalam bekerja (seperti yang diidam-idamkan oleh seluruh majikan), jauhhh apabila dibandingkan dengan tenaga kerja dari Jawa. Dari hasil pembicaraan kami, saya bisa bilang kalau mereka masih bodoh...mmm atau gampang dibodohi.
Saya sedih sekali membayangkan mereka, yang menurut saya belum sesuai kualifikasi sebagai TKW, akan dikirimkan ke negeri tetangga untuk bekerja sebagai PRT. Bisa dibayangkan betapa mereka tidak bisa apa-apanya dan kemungkinan untuk ditipu sangat besar. Sejak saat itu keinginan saya sangat besar, untuk nanti, suatu saat nanti dapat memberikan sedikit bantuan dalam membangun pendidikan bagi masyarakat Indonesia Timur.
Paling tidak bukan sebagai TKW yang akan bekerja di luar negeri dan mengharapkan uang banyak turun dari langit. Tapi dari bagaimana mereka dapat membaca, menulis, mendapatkan informasi dunia luar itu seperti apa, memberikan kesempatan yang sama seperti yang setiap orang bisa dapatkan. Dan yang terpenting adalah mereka dapat menjadi putra-putri daerah, barisan terdepan dalam menjaga alam di daerah mereka yang luar biasa, dalam mengolahnya dengan baik, karena Indonesia Timur itu kaya dan indah.
Walaupun berwarna kulit beda dengan kita yang sawo matang, walaupun berambut beda dan berlogat beda,,tapi mereka bagian dari keluarga besar kita Indonesia. Sangat tidak adil kalau saya dan teman-teman saya lainnya dapat bermimpi jauh ke atas, sedangkan mereka bahkan tidak mengerti harus bermimpi seperti apa.
Subscribe to:
Posts (Atom)


