| 2 makhluk berbeda dan bersahabat, saya dan Dastan |
Saturday, February 12, 2011
Monday, January 24, 2011
Dear Noveleta
Dear Noveleta..
it's so silly to write this topic.
but i just want you to know about the story (based on mine), about how i met you and how glad i'm to have you as my friend.
Noveleta gadis manis yang saya temui di suatu terminal bus dimana kami akan berangkat bersama menuju sebuah pulau indah di bagian jawa.
dan Karimun Jawa mempertemukan kami.
6 jam lebih perjalanan telah memberikan saya pertemanan baru yang sangat istimewa.
Saya nyaman menceritakan cerita-cerita pedih, kesal, maupun pengharapan padanya..
dan dia Mendengarkan.
Saya dan idola saya sekarang menjadi teman.
in fact, i adore you from the first time i saw you in modeling audition event.
Because its you..
unique.
![]() |
| under water kepulauan Karimun Jawa |
Friday, December 24, 2010
Message from the inspirational-woman
Saya memang tidak jadi mengambil rejeki saya ke Kep Riau beberapa bulan yang lalu..
tapi siapa sangka, saya mendapatkan Kep. Belitung sebagai gantinya..Tuhan sungguh maha baik.
segala tentang pulau itu, keindahan alamnya pasti akan saya ceritakan..tapi tunggu dulu, saya benar-benar sudah tidak sabar untuk berbagi sesuatu dari Pulau Belitung yang dapat saya bagi untuk kalian semua.
apa ya nama oleh-oleh ini..?
Wejangan..
Pesan..
..atau apapun lah saya tidak peduli, yang penting adalah saya mendapatkan ini dari wanita inspirational.
Ibu Muslimah.
Mungkin yang sudah pernah menonton film Laskar Pelangi pasti tau siapa beliau.
Beliau adalah seorang guru yang rela berkorban dan berjuang untuk dapat memajukan pendidikan anak-anak tidak mampu namun memiliki segudang semangat untuk terus bersekolah.
Beliau sampai saat ini pun masih mengabdikan diri menjadi seorang guru. Mulia, katanya. Tidak teriming-imingi gaji dan harta , namun hanya surga yang beliau harapkan.
Semenjak film itu booming, beliau menjadi sebuah fenomena. Tetapi tidak mengurangi kesederhanaannya.
"Saya bukan apa-apa, di tempat lain masih banyak guru-guru yang telah melakukan sesuatu lebih dari saya"
dan berikut sebuah pesan yang beliau tulis di novel yang saya bawa saat mengunjunginya..
" Untuk Ananda Chayayang Bunga Mentari..
Hati yang suci tulus dan ikhlas penuh kasih sayang, kejujuran dan kesabaran akan membawa berkah di dunia akhirat.
Jalani hidup dengan langkah Iman yang kuat"
Muslimah
Gantong, 21 - 12 -2010
Kata-kata ini pasti mengandung pesan yang dalam dari beliau..(karena itu pegangan hidupnya katanya)
beliau telah berbagi kepada saya,,
saya akan berbagi kepada anda,,
dan begitu seterusnya,,
sehingga pesan mulia ini dapat terasa di setiap umat manusia.
tapi siapa sangka, saya mendapatkan Kep. Belitung sebagai gantinya..Tuhan sungguh maha baik.
segala tentang pulau itu, keindahan alamnya pasti akan saya ceritakan..tapi tunggu dulu, saya benar-benar sudah tidak sabar untuk berbagi sesuatu dari Pulau Belitung yang dapat saya bagi untuk kalian semua.
apa ya nama oleh-oleh ini..?
Wejangan..
Pesan..
..atau apapun lah saya tidak peduli, yang penting adalah saya mendapatkan ini dari wanita inspirational.
Ibu Muslimah.
Mungkin yang sudah pernah menonton film Laskar Pelangi pasti tau siapa beliau.
Beliau adalah seorang guru yang rela berkorban dan berjuang untuk dapat memajukan pendidikan anak-anak tidak mampu namun memiliki segudang semangat untuk terus bersekolah.
Beliau sampai saat ini pun masih mengabdikan diri menjadi seorang guru. Mulia, katanya. Tidak teriming-imingi gaji dan harta , namun hanya surga yang beliau harapkan.
Semenjak film itu booming, beliau menjadi sebuah fenomena. Tetapi tidak mengurangi kesederhanaannya.
"Saya bukan apa-apa, di tempat lain masih banyak guru-guru yang telah melakukan sesuatu lebih dari saya"
dan berikut sebuah pesan yang beliau tulis di novel yang saya bawa saat mengunjunginya..
| Bertemu dengan Ibu Muslimah di kediamannya, Gantong |
" Untuk Ananda Chayayang Bunga Mentari..
Hati yang suci tulus dan ikhlas penuh kasih sayang, kejujuran dan kesabaran akan membawa berkah di dunia akhirat.
Jalani hidup dengan langkah Iman yang kuat"
Muslimah
Gantong, 21 - 12 -2010
Kata-kata ini pasti mengandung pesan yang dalam dari beliau..(karena itu pegangan hidupnya katanya)
beliau telah berbagi kepada saya,,
saya akan berbagi kepada anda,,
dan begitu seterusnya,,
sehingga pesan mulia ini dapat terasa di setiap umat manusia.
| Replika SD. Muhamadiyah Laskar Pelangi, Gantong |
Sunday, December 5, 2010
Ada bagian dari mimpi saya untuk Indonesia Timur
Mimpi untuk mengunjungi Indonesia timur dan menikmati eksotisme alamnya...
itu PASTI!!
Mimpi untuk diving di spot-spot diving terindah di Indonesia bagian timur..
itu juga PASTI!!
tapi ada yang lain...ada yang kurang dari mimpi-mimpi itu..
Semua berawal dari lebaran tahun 2008. Seperti biasa, karena saya adalah gadis keturunan sunda-jawa, dimana jawa nya adalah jawa timur a.k.a malang, maka malang menjadi tempat tujuan kami sekeluarga pada saat lebaran.
Waktu itu saya bisa katakan, Tante saya sungguh beruntung, disaat ibu saya kelimpungan karena pembantu rumah tangga pulang kampung, tante saya malah mendapatkan titipan pembantu. Yak, jadi ceritanya tetangga tante saya adalah seorang pengusaha penyalur pembantu, dan proses pengiriman pembantu untuk bekerja di luar negeri terdiri dari :
1. SDM dari daerah2 ditarik
2. Mereka diberi pelatihan-pelatihan dasar pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci, mengepel, menyapu bahkan mengucapkan salam kepada si tuan rumah.
3. Kerja praktek untuk dapat mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan, ini ada penilaiannya.
4. Kalau lulus, resmi sudah menjadi TKW
Tapi..kali ini beda. Ketika saya tiba di rumah tante saya tsb, tiba-tiba kami disambut oleh 2 orang gadis berkulit hitam dan berambut keriting..mereka berjejer di pintu dan menundukkan badannya sedikit sembari mengucapkan "Selamat datang kakak" "Selamat datang nyonya"...
(ini sungguh berlebihan menurut saya, dan semoga kalian dapat membayangkan mereka mengucapkan kata-kata itu masih dengan logat ke'timurannya)
Mereka adalah calon-calon TKW yang sedang dalam proses kerja praktek, dan rumah tante saya sebagai tempat kerja prakteknya. Perasaan saya tidak karuan ketika akhirnya kami (saya dan ibu saya) berkesempatan untuk ngobrol bersama mereka. Dari situ kami tahu, bahwa mereka berasal dari Maluku, mereka meninggalkan anak mereka yang masih kecil dan keluarga mereka dengan satu tujuan "seperti iming-iming yang dijanjikan agency" (kamu akan dapat gaji besar kalau mau kerja di luar negeri). Dan mereka menceritakan ini semua dengan menitikkan air mata...terutama ketika mereka menceritakan tentang anak yang mereka tinggalkan.
Dan kalian tahu, bahasa Indonesia mereka masih sangat lemah..apalagi bahasa inggris, bukan hanya dalam membaca bahkan dalam berbicara, lalu apa modal mereka nanti berkomunikasi di negeri orang??
Mereka terlahir dengan kasih sayang Tuhan...dilahirkan di tanah Indonesia bagian timur yang sangat kaya akan sumber daya alamnya, mereka sangat dimanjakan oleh alam..mereka tidak terbiasa untuk survive dan akibatnya, ketika mereka menerima tekanan sedikit saja dalam pekerjaan (contoh : dimarahin majikan) mereka bisa tiba-tiba masuk kamar dan menangis.
Bukan maksud hati untuk mendiskriminasikan, tapi jangan kalian tanya kecekatan dalam bekerja (seperti yang diidam-idamkan oleh seluruh majikan), jauhhh apabila dibandingkan dengan tenaga kerja dari Jawa. Dari hasil pembicaraan kami, saya bisa bilang kalau mereka masih bodoh...mmm atau gampang dibodohi.
Saya sedih sekali membayangkan mereka, yang menurut saya belum sesuai kualifikasi sebagai TKW, akan dikirimkan ke negeri tetangga untuk bekerja sebagai PRT. Bisa dibayangkan betapa mereka tidak bisa apa-apanya dan kemungkinan untuk ditipu sangat besar. Sejak saat itu keinginan saya sangat besar, untuk nanti, suatu saat nanti dapat memberikan sedikit bantuan dalam membangun pendidikan bagi masyarakat Indonesia Timur.
Paling tidak bukan sebagai TKW yang akan bekerja di luar negeri dan mengharapkan uang banyak turun dari langit. Tapi dari bagaimana mereka dapat membaca, menulis, mendapatkan informasi dunia luar itu seperti apa, memberikan kesempatan yang sama seperti yang setiap orang bisa dapatkan. Dan yang terpenting adalah mereka dapat menjadi putra-putri daerah, barisan terdepan dalam menjaga alam di daerah mereka yang luar biasa, dalam mengolahnya dengan baik, karena Indonesia Timur itu kaya dan indah.
Walaupun berwarna kulit beda dengan kita yang sawo matang, walaupun berambut beda dan berlogat beda,,tapi mereka bagian dari keluarga besar kita Indonesia. Sangat tidak adil kalau saya dan teman-teman saya lainnya dapat bermimpi jauh ke atas, sedangkan mereka bahkan tidak mengerti harus bermimpi seperti apa.
itu PASTI!!
Mimpi untuk diving di spot-spot diving terindah di Indonesia bagian timur..
itu juga PASTI!!
tapi ada yang lain...ada yang kurang dari mimpi-mimpi itu..
Semua berawal dari lebaran tahun 2008. Seperti biasa, karena saya adalah gadis keturunan sunda-jawa, dimana jawa nya adalah jawa timur a.k.a malang, maka malang menjadi tempat tujuan kami sekeluarga pada saat lebaran.
Waktu itu saya bisa katakan, Tante saya sungguh beruntung, disaat ibu saya kelimpungan karena pembantu rumah tangga pulang kampung, tante saya malah mendapatkan titipan pembantu. Yak, jadi ceritanya tetangga tante saya adalah seorang pengusaha penyalur pembantu, dan proses pengiriman pembantu untuk bekerja di luar negeri terdiri dari :
1. SDM dari daerah2 ditarik
2. Mereka diberi pelatihan-pelatihan dasar pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci, mengepel, menyapu bahkan mengucapkan salam kepada si tuan rumah.
3. Kerja praktek untuk dapat mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan, ini ada penilaiannya.
4. Kalau lulus, resmi sudah menjadi TKW
Tapi..kali ini beda. Ketika saya tiba di rumah tante saya tsb, tiba-tiba kami disambut oleh 2 orang gadis berkulit hitam dan berambut keriting..mereka berjejer di pintu dan menundukkan badannya sedikit sembari mengucapkan "Selamat datang kakak" "Selamat datang nyonya"...
(ini sungguh berlebihan menurut saya, dan semoga kalian dapat membayangkan mereka mengucapkan kata-kata itu masih dengan logat ke'timurannya)
Mereka adalah calon-calon TKW yang sedang dalam proses kerja praktek, dan rumah tante saya sebagai tempat kerja prakteknya. Perasaan saya tidak karuan ketika akhirnya kami (saya dan ibu saya) berkesempatan untuk ngobrol bersama mereka. Dari situ kami tahu, bahwa mereka berasal dari Maluku, mereka meninggalkan anak mereka yang masih kecil dan keluarga mereka dengan satu tujuan "seperti iming-iming yang dijanjikan agency" (kamu akan dapat gaji besar kalau mau kerja di luar negeri). Dan mereka menceritakan ini semua dengan menitikkan air mata...terutama ketika mereka menceritakan tentang anak yang mereka tinggalkan.
Dan kalian tahu, bahasa Indonesia mereka masih sangat lemah..apalagi bahasa inggris, bukan hanya dalam membaca bahkan dalam berbicara, lalu apa modal mereka nanti berkomunikasi di negeri orang??
Mereka terlahir dengan kasih sayang Tuhan...dilahirkan di tanah Indonesia bagian timur yang sangat kaya akan sumber daya alamnya, mereka sangat dimanjakan oleh alam..mereka tidak terbiasa untuk survive dan akibatnya, ketika mereka menerima tekanan sedikit saja dalam pekerjaan (contoh : dimarahin majikan) mereka bisa tiba-tiba masuk kamar dan menangis.
Bukan maksud hati untuk mendiskriminasikan, tapi jangan kalian tanya kecekatan dalam bekerja (seperti yang diidam-idamkan oleh seluruh majikan), jauhhh apabila dibandingkan dengan tenaga kerja dari Jawa. Dari hasil pembicaraan kami, saya bisa bilang kalau mereka masih bodoh...mmm atau gampang dibodohi.
Saya sedih sekali membayangkan mereka, yang menurut saya belum sesuai kualifikasi sebagai TKW, akan dikirimkan ke negeri tetangga untuk bekerja sebagai PRT. Bisa dibayangkan betapa mereka tidak bisa apa-apanya dan kemungkinan untuk ditipu sangat besar. Sejak saat itu keinginan saya sangat besar, untuk nanti, suatu saat nanti dapat memberikan sedikit bantuan dalam membangun pendidikan bagi masyarakat Indonesia Timur.
Paling tidak bukan sebagai TKW yang akan bekerja di luar negeri dan mengharapkan uang banyak turun dari langit. Tapi dari bagaimana mereka dapat membaca, menulis, mendapatkan informasi dunia luar itu seperti apa, memberikan kesempatan yang sama seperti yang setiap orang bisa dapatkan. Dan yang terpenting adalah mereka dapat menjadi putra-putri daerah, barisan terdepan dalam menjaga alam di daerah mereka yang luar biasa, dalam mengolahnya dengan baik, karena Indonesia Timur itu kaya dan indah.
Walaupun berwarna kulit beda dengan kita yang sawo matang, walaupun berambut beda dan berlogat beda,,tapi mereka bagian dari keluarga besar kita Indonesia. Sangat tidak adil kalau saya dan teman-teman saya lainnya dapat bermimpi jauh ke atas, sedangkan mereka bahkan tidak mengerti harus bermimpi seperti apa.
Wednesday, November 10, 2010
bumi ini berputar cepat sekali
Oktober,,November,,tidak terasa sudah memasuki dekade akhir tahun..dan entah mengapa saya pribadi merasa hari-hari cepat sekali berganti...
ketika orang-orang sudah menyuarakan Thank God its Friday, tiba2 sudah berganti dengan I Hate Monday..24 jam terasa kurang, dan hal itu terkadang membuat saya berpikir...apakah ini karena kesibukan ibukota yang memakan banyak waktu..atau ini salah satu dampak dari pemanasan global..atau mungkin tanda-tanda kiamat sudah dekat hehehehe whatever.
pendapat salah satu teman dari petualang ACI @erwinyogaswara mengenai pertanyaan saya ini cukup menarik. Ketika saya bertanya : "kenapa malam ini terasa cepat sekali", dia berkata bahwa itu karena 1/3 dari otak kita sibuk memikirkan apa yang tadi (seharian ini) kita sudah lakukan, sambil mungkin dibumbui dengan "ada yang salah nggak ya", "kurang dimana ya?", dst...dst....
lalu, 1/3 lainnya sibuk memikirkan apa yang akan kita lakukan besok..."karena tadi yang ini belum, maka besok mau nyelesein yang itu", "besok rapat disini sama si ini ambil materi dulu di situ", dst..dst..
jadii..hanya 1/3 dari otak kita yang benar2 istirahat ketika mengantar kita ke dunia mimpi (tidur).
Otomatis, tiba2 bangun..sudah pagi, dengan tanggal baru, hari baru, dan kembali melakuka apa yang sudah direncanakan sebelumnya....
dan siklus itu teruss berputar memenuhi hari-hari kita...
i'm a january girl,,merasa belum puas dengan umur 23, sudah harus bersiap-siap memasuki 24 tahun...
pernah nggak sih berpikir, kita harus berlari jangan mau kalah dengan cepatnya rotasi bumi yang mengubah malam menjadi pagi dan seterusnya.
kadang-kadang hal ini juga membuat saya sangat rindu dengan Spontan-activity, dimana apa yang saya lakukan tidak harus mengacu pada sebuah rangkaian jadwal...
seruuuu....
tiba-tiba kabur ke negara tetangga mengunjungi sahabat...
tiba-tiba makan siang diluar dengan teman lama...
tiba-tiba potong rambut..
...dan tiba-tiba lainnya :)
namun dibalik semua itu, ini akan saya jadikan sebagai tantangan menuju kedewasaan,,tantangan menjadi manusia disiplin waktu, menghargai waktu, tidak melewatkan kesempatan dan selalu berusaha melakukan yang terbaik hari ini...because, i don't know if God didn't give us a gift, called tomorrow.
Nikmati letihnya mengejar mimpimu kawan...
dan syukuri segala rasanya.
i will meet you in my Dream :)
cheers.
ketika orang-orang sudah menyuarakan Thank God its Friday, tiba2 sudah berganti dengan I Hate Monday..24 jam terasa kurang, dan hal itu terkadang membuat saya berpikir...apakah ini karena kesibukan ibukota yang memakan banyak waktu..atau ini salah satu dampak dari pemanasan global..atau mungkin tanda-tanda kiamat sudah dekat hehehehe whatever.
pendapat salah satu teman dari petualang ACI @erwinyogaswara mengenai pertanyaan saya ini cukup menarik. Ketika saya bertanya : "kenapa malam ini terasa cepat sekali", dia berkata bahwa itu karena 1/3 dari otak kita sibuk memikirkan apa yang tadi (seharian ini) kita sudah lakukan, sambil mungkin dibumbui dengan "ada yang salah nggak ya", "kurang dimana ya?", dst...dst....
lalu, 1/3 lainnya sibuk memikirkan apa yang akan kita lakukan besok..."karena tadi yang ini belum, maka besok mau nyelesein yang itu", "besok rapat disini sama si ini ambil materi dulu di situ", dst..dst..
jadii..hanya 1/3 dari otak kita yang benar2 istirahat ketika mengantar kita ke dunia mimpi (tidur).
Otomatis, tiba2 bangun..sudah pagi, dengan tanggal baru, hari baru, dan kembali melakuka apa yang sudah direncanakan sebelumnya....
dan siklus itu teruss berputar memenuhi hari-hari kita...
i'm a january girl,,merasa belum puas dengan umur 23, sudah harus bersiap-siap memasuki 24 tahun...
pernah nggak sih berpikir, kita harus berlari jangan mau kalah dengan cepatnya rotasi bumi yang mengubah malam menjadi pagi dan seterusnya.
kadang-kadang hal ini juga membuat saya sangat rindu dengan Spontan-activity, dimana apa yang saya lakukan tidak harus mengacu pada sebuah rangkaian jadwal...
seruuuu....
tiba-tiba kabur ke negara tetangga mengunjungi sahabat...
tiba-tiba makan siang diluar dengan teman lama...
tiba-tiba potong rambut..
...dan tiba-tiba lainnya :)
namun dibalik semua itu, ini akan saya jadikan sebagai tantangan menuju kedewasaan,,tantangan menjadi manusia disiplin waktu, menghargai waktu, tidak melewatkan kesempatan dan selalu berusaha melakukan yang terbaik hari ini...because, i don't know if God didn't give us a gift, called tomorrow.
Nikmati letihnya mengejar mimpimu kawan...
dan syukuri segala rasanya.
i will meet you in my Dream :)
cheers.
Sunday, November 7, 2010
it's our Home, what are you afraid of?
Ketika setiap televisi menanyangkan apa yang sedang dilanda negeri ini..
tangis, kehancuran, kehilangan, kedukaan, dan semua yang hadir seiring dengan hadirnya bencana dari alam Indonesia yang konon katanya sangat kaya dan indah luar biasa..
saya hanya ingin bertanya..
sepulihnya semua keadaan ini, akankan mereka tetap tinggal disini?
kembali ke kampungnya masing-masing?
membangun kembali puing-puing kehidupannya dulu..?
atau mereka memilih membangun hidup baru?
di daerah lain?kota lain?pulau lain?atau mungkin negara lain?..
Ketika dunia politik, hukum dan kenegaraan sedang dipertanyakan..Presiden dan wakil rakyat kehilangan kepercayaan dari rakyatnya sendiri..dan entah berbagai sandiwara apa yang sedang dipertontonkan, dimana kita terkadang hanya dapat menunggu dan menyaksikan..
saya hanya ingin bertanya...
lalu menyesalkah menjadi bagian dari Indonesia?
berangan-angankah menjadi warga negara Amerika? Negara adikuasa yang memiliki pemimpin harapan seluruh dunia..(i'm a big fans of Obama actually :D)..atau negara-negara kerajaan yang kita tidak perlu banyak ambil pusing oleh pemerintahannya (because we cant do anything, right?).
Karena..menurut saya filosofi sederhana mengenai Home Sweet Home tertanam di setiap diri manusia.
Sejauh-jauhnya kaki melangkah,,seindah-indahnya di luar sana, tetap sedikit bagian dari hati ini tidak akan pernah meninggalkan apa itu arti sebuah rumah..
rumah yang bisa berarti Rumah tempat bernaung...
atau mungkin kampung halaman..
atau mungking pula Indonesia..
dan kita tidak pernah salah terlahir di "Rumah" ini...
Gemah Ripah Loh Jinawi.
Dari Sabang sampai Merauke.
Bhineka Tunggal Ika.
....seharusnya tidak ada lagi yang kurang bukan?
Frank Dixon : What are you afraid of being Home to Krakhozia?
Viktor Navorski : i'm not afraid
Frank Dixon : I'm talking about bombs. I'm talking about human dignity.
I'm talking about human rights.
Viktor, please don't be afraid to tell me that you're afraid of Krakhozia.
Viktor Navorski : Is home. I am not afraid from my home.
Dialogue from "The Terminal" (2004)
tangis, kehancuran, kehilangan, kedukaan, dan semua yang hadir seiring dengan hadirnya bencana dari alam Indonesia yang konon katanya sangat kaya dan indah luar biasa..
saya hanya ingin bertanya..
sepulihnya semua keadaan ini, akankan mereka tetap tinggal disini?
kembali ke kampungnya masing-masing?
membangun kembali puing-puing kehidupannya dulu..?
atau mereka memilih membangun hidup baru?
di daerah lain?kota lain?pulau lain?atau mungkin negara lain?..
Ketika dunia politik, hukum dan kenegaraan sedang dipertanyakan..Presiden dan wakil rakyat kehilangan kepercayaan dari rakyatnya sendiri..dan entah berbagai sandiwara apa yang sedang dipertontonkan, dimana kita terkadang hanya dapat menunggu dan menyaksikan..
saya hanya ingin bertanya...
lalu menyesalkah menjadi bagian dari Indonesia?
berangan-angankah menjadi warga negara Amerika? Negara adikuasa yang memiliki pemimpin harapan seluruh dunia..(i'm a big fans of Obama actually :D)..atau negara-negara kerajaan yang kita tidak perlu banyak ambil pusing oleh pemerintahannya (because we cant do anything, right?).
Karena..menurut saya filosofi sederhana mengenai Home Sweet Home tertanam di setiap diri manusia.
Sejauh-jauhnya kaki melangkah,,seindah-indahnya di luar sana, tetap sedikit bagian dari hati ini tidak akan pernah meninggalkan apa itu arti sebuah rumah..
rumah yang bisa berarti Rumah tempat bernaung...
atau mungkin kampung halaman..
atau mungking pula Indonesia..
dan kita tidak pernah salah terlahir di "Rumah" ini...
Gemah Ripah Loh Jinawi.
Dari Sabang sampai Merauke.
Bhineka Tunggal Ika.
....seharusnya tidak ada lagi yang kurang bukan?
Frank Dixon : What are you afraid of being Home to Krakhozia?
Viktor Navorski : i'm not afraid
Frank Dixon : I'm talking about bombs. I'm talking about human dignity.
I'm talking about human rights.
Viktor, please don't be afraid to tell me that you're afraid of Krakhozia.
Viktor Navorski : Is home. I am not afraid from my home.
Dialogue from "The Terminal" (2004)
![]() |
| Pantai Selatan - Maret 2010, Matahari terbit dan tenggelam dengan indahnya di negeri kalian,apa lagi yang kurang? |
Saturday, October 2, 2010
Manusia gunung vs anak pantai
A : Kalo liburan lebih seneng ke Gunung apa ke Pantai/Laut?
B : Pantaaiii donngg,,di gunung ngapain, cuman liat pohon ijo-ijo
A : lah,,di pantai juga ngapain? cuman liat laut..air doang
B : Tapi kalo di pantai tuh beda,,aaahh susah deh ngejelasinnya, kalo di gunung males banget nanjak2nya
A : gw suka banget loo sensasi mendaki sampai ke puncak, trus liat pemandangan di bawahnya..di laut coba, kemana2 warnanya biru
B : loe belom pernah liat dalemnya kan??gilaa..loe pasti jatuh cinta..
A : serem..ntar kelelep, ketemu hiu
B : aaahh dasar orang gunung, berarti loe orangnya introvert ya?
A : mmm..nggak tau deh, berarti loe suka warna biru ya?
B : hah?nggak banget..gw suka hijau, walaupun cewe gw lebih prefer hijau dibandingkan pink
A : laahh...berarti harusnya loe suka gunung dong..kan mayoritas warnanya hijau.
B : .....................................
Percakapan seperti ini sangat sering terjadi, ketika saya bertemu dengan "manusia gunung".
aaahh...padahal kemanapun perginya saya selalu senang. Karena dengan melihat itu semua saya belajar bersyukur, karena Allah SWT maha baik, memberikan Indonesia, negara ini sangat kaya alamnya..mau kamu manusia gunung, atau anak pantai semua ada di sini.
B : Pantaaiii donngg,,di gunung ngapain, cuman liat pohon ijo-ijo
A : lah,,di pantai juga ngapain? cuman liat laut..air doang
B : Tapi kalo di pantai tuh beda,,aaahh susah deh ngejelasinnya, kalo di gunung males banget nanjak2nya
A : gw suka banget loo sensasi mendaki sampai ke puncak, trus liat pemandangan di bawahnya..di laut coba, kemana2 warnanya biru
B : loe belom pernah liat dalemnya kan??gilaa..loe pasti jatuh cinta..
A : serem..ntar kelelep, ketemu hiu
B : aaahh dasar orang gunung, berarti loe orangnya introvert ya?
A : mmm..nggak tau deh, berarti loe suka warna biru ya?
B : hah?nggak banget..gw suka hijau, walaupun cewe gw lebih prefer hijau dibandingkan pink
A : laahh...berarti harusnya loe suka gunung dong..kan mayoritas warnanya hijau.
B : .....................................
Percakapan seperti ini sangat sering terjadi, ketika saya bertemu dengan "manusia gunung".
aaahh...padahal kemanapun perginya saya selalu senang. Karena dengan melihat itu semua saya belajar bersyukur, karena Allah SWT maha baik, memberikan Indonesia, negara ini sangat kaya alamnya..mau kamu manusia gunung, atau anak pantai semua ada di sini.
| my sunrise in karang nini pantai selatan |
Subscribe to:
Posts (Atom)

